RESTRUKTURISASI KURIKULUM BERBASIS HCDP: PRODI MASASE FIKK UNESA SIAP CETAK LULUSAN UNGGUL DAN BERDAYA SAING GLOBAL
Surabaya, 30 November 2025 – Program Studi Masase Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNESA terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan dan restrukturisasi kurikulum berbasis Human Capital Development Program (HCDP).
Langkah strategis ini dilakukan sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan industri kesehatan, olahraga, dan wellness yang menuntut lulusan tidak hanya unggul dalam keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, profesionalisme tinggi, serta adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Korrdinator Program Studi Masase (Dr. Joesoef Roepajadi, M.Pd) menyampaikan bahwa pendekatan HCDP menekankan pada penguatan tiga aspek utama, yaitu knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan attitude (sikap). Ketiga aspek ini menjadi fondasi dalam membentuk lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Selama ini, evaluasi kurikulum menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi oleh teori dan belum optimal dalam integrasi praktik serta kasus nyata. Oleh karena itu, kurikulum baru ini dirancang lebih aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan industri,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Prodi Masase mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE), student-centered learning, serta integrasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui praktik lapangan, simulasi klinik, hingga magang di industri.
Kurikulum terbaru ini juga mengelompokkan mata kuliah ke dalam empat pilar utama, yaitu pengetahuan dasar, keterampilan inti, sikap profesional, serta pengembangan kompetensi tambahan seperti kewirausahaan, literasi digital, dan evidence-based practice. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha di bidang masase dan wellness.
Selain itu, strategi pembelajaran yang diterapkan meliputi problem-based learning (PBL), case-based learning (CBL), serta penilaian berbasis praktik seperti OSCE (Objective Structured Clinical Examination) dan portofolio. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan analisis, pengambilan keputusan klinis, serta keterampilan komunikasi mahasiswa.
Melalui restrukturisasi ini, capaian pembelajaran lulusan (CPL) juga diperkuat, mencakup kemampuan melakukan assessment klien secara komprehensif, menerapkan teknik masase yang tepat, melakukan terapi latihan, serta berkomunikasi secara profesional. Tidak kalah penting, lulusan juga dibekali kemampuan kewirausahaan dan praktik berbasis bukti (evidence-based practice).
Dekan FIKK UNESA menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global.
“Dengan kurikulum berbasis HCDP, kami optimis lulusan Prodi Masase UNESA akan menjadi tenaga profesional yang kompeten, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri masa depan,” ungkapnya.
Ke depan, keberhasilan implementasi kurikulum ini akan diukur melalui peningkatan kompetensi lulusan, tingginya serapan kerja, kepuasan pengguna lulusan, serta berkembangnya jejaring kerja sama dengan dunia industri.
Melalui inovasi ini, Prodi Masase FIKK UNESA menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pelopor dalam mencetak tenaga profesional di bidang masase dan terapi olahraga.