1. Menunjukkan bahwa 37% penduduk dewasa Indonesia mengalami gangguan muskuloskeletal, sementara 72% praktisi masase belum memiliki
sertifikasi profesional. Melalui kurikulum yang selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional dan kolaborasi dengan IDI serta Kemenkes, kami
berkomitmen mencetak lulusan yang mampu mengisi kesenjangan ini.
2. Jiwa technopreneurship menjadi napas pengembangan prodi. Di tengah pertumbuhan pasar healthtech Indonesia yang mencapai 19% per
tahun dan potensi ekonomi kreatif sektor wellness senilai Rp25 triliun, mahasiswa dibekali dengan mata kuliah Digital Health Business Model dan
akses ke Lab Inovasi berteknologi 3D motion capture. Ini adalah wujud nyata dari visi kami untuk menciptakan lulusan yang mampu membangun
startup di bidang terapi kesehatan.
3. Pendekatan holistik kami wujudkan melalui integrasi tiga pilar: Medis: Pemahaman mendalam tentang anatomi-fisiologi terapan dan
patomekanika nyeri Teknologi: Pemanfaatan sensor biomekanik dan platform tele-rehabilitation Bisnis: Pengembangan model franchise klinik
berbasis blockchain Kolaborasi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci dalam mewujudkan konsep ini.
4. Kami memegang teguh prinsip pelestarian kearifan lokal. Melalui Ethno-massage Research Center, teknik tradisional seperti pijat lulur Jawa
dan boreh Bali divalidasi secara ilmiah, dengan tujuan menciptakan Indonesian Massage Standard yang diakui UNESCO.
5. Komitmen global kami buktikan dengan mengadaptasi ASEAN Qualification Reference Framework dan membangun jejaring dengan World
Federation of Occupational Therapists. Target kami adalah meraih sertifikasi Asia-Pacific Accreditation System pada 2026. Terakhir, nilai
pemberdayaan sosial kami implementasikan melalui program inklusif seperti pelatihan masase untuk disabilitas dan klinik keliling Massage for All
di daerah 3T. Sebanyak 30% kuota mahasiswa kami khususkan untuk keluarga pra-sejahtera, didukung oleh beasiswa Health Social
Entrepreneur. Landasan filosofis "Tri Hita Karana" (keseimbangan hubungan manusia-Tuhan, manusia-manusia, dan manusia-alam) menjadi
jiwa dari seluruh aktivitas akademik. Nilai-nilai ini tidak hanya tertuang dalam dokumen, tetapi hidup melalui: Sistem penjaminan mutu berstandar
ISO 21001:2018 Audit kurikulum tahunan oleh global advisory board Target Indeks Kepuasan Stakeholder ≥90% di tahun 2025 Dengan fondasi
ini, Prodi S1 Masase FIKK UNESA siap mencetak generasi terapis yang tangguh, adaptif terhadap perubahan zaman, dan inovatif dalam
mengembangkan solusi kesehatan berbasis kewirausahaan.