Pengembangan Kurikulum Berdasarkan Analisis Kebutuhan dan Daya Saing Kerja
Program Studi S1 Masase telah melakukan pengembangan dan restrukturisasi kurikulum secara sistematis dan berkelanjutan sebagai respons terhadap dinamika kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan dunia kerja. Proses ini diawali dengan analisis kebutuhan (needs assessment) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengguna lulusan (user), alumni, praktisi, asosiasi profesi, serta mitra industri di bidang kesehatan dan kebugaran.
Hasil analisis menunjukkan adanya kebutuhan terhadap lulusan yang tidak hanya menguasai teknik dasar masase, tetapi juga memiliki kemampuan analisis kondisi fisik dan psikologis klien, keterampilan komunikasi profesional, serta penguasaan terhadap teknologi pendukung terapi dan kebugaran. Selain itu, daya saing kerja lulusan dituntut untuk mampu beradaptasi di berbagai sektor, seperti klinik kebugaran, layanan spa medis, pusat rehabilitasi, dan layanan kesehatan holistik berbasis komunitas.
Sebagai tindak lanjut, kurikulum direstrukturisasi dengan mengadopsi pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dan menyesuaikan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) serta standar internasional dalam praktik masase. Mata kuliah dikembangkan secara integratif dan berbasis kompetensi, termasuk penguatan pada aspek etika profesi, kewirausahaan, dan digitalisasi layanan. Bukti fisik pengembangan ini tercermin dalam dokumen kurikulum terbaru, notulen rapat evaluasi dan lokakarya kurikulum, serta kerja sama dengan industri untuk magang dan penempatan kerja.
Penulisa: Tim Publikasi Prodi Masase